Motivasi Bekerja Teamwork

Menjatuhkan pilihan pada kerja tim atau sendiri ada konsekuensi plus minusnya. Plusnya kerja tim itu bakal mudah mencari solusi ketika berhadapan dengan masalah besar.

Minusnya, justru masalah ada di tiap kepala anggota tim yang punya pemikiran beda-beda. Bila tak juga diatasi, perbedaan itu jadi sumber perpecahan.

Lain halnya jika kerja sendiri. Praktis mengandalkan isi kepalanya seorang ketika dihadapkan pada hal yang besar dan kecil. Solusi yang di ambil biasanya itu-itu aja dan tak berkembang.

Problemnya, tak semua orang luwes dalam hal ini. Ada sebagian yang nyaman bekerja sendiri. Golongan ini merasa lebih fokus kalau semua pekerjaan dituntaskan seorang diri.

Ketika dipaksakan bekerja secara teamwork malah hasilnya jadi berantakan. Sebaliknya, begitu dibiarkan kerja sendiri output nya malah memuaskan.

Kenapa bisa begini? Lagi-lagi kembali ke karakter atau kepribadian si pekerjanya. Misalnya yang punya sifat introvert selalu diasumsikan suka kerja sendiri. Alasannya, dia punya kadar pemalu “berlebih”.

Bandingkan yang punya sifat ekstrovert yang punya kemampuan sosial yang baik, banyak teman, komunikatif, dan cerai. Bisa jadi nyaman diajak kerja secara tim.

Terus situ tipe yang mana? Tipe one man show? kenapa suka kerja sendiri? kenapa malas libatkan orang lain? kalau punya tipikal seperti di bawah ini, jawabannya sudah pasti: senang kerja sendiri. Apa saja tipikal itu?

1. Ego Tinggi

Karena ego yang gede, dia selalu kerja sendiri karena yakin sanggup menyelesaikan semuanya sendiri tanpa mau sedikit pun berbagi. Lebih dari itu, dia ingin menunjukkan kalau bisa sukses tanpa bantuan orang lain.

2. Perfeksionis

Pekerja tipikal ini bakal merasa frustasi kalau belajar dalam tim. Apalagi kalau dia mengaggap level skill anggota tim di bawahnya. Maka itu, dia lebih suka bekerja seorang diri agar hasilnya sempurna dengan ukuran yang dibuatnya sendiri.

3. Well-Organized

Pokoknya tipikalnya piawai bikin planning dengan matang dan terorganisir. Dia selalu patuh dengan perencanaan yang dibuatnya. Pekerja dengan tipikal ini agak susah kerja tim karena bakal bentrok dengan yang lain bila beda pendapat soal perencanaan.

4. Temperamental

Bagi yang tidak suka sabaran ketika berhadapan dengan orang lain, agak susah kerja tim. Dia menilai cara kerja orang lain lelet dan tak bisa mengimbangi dirinya.

5. Rasa Tidak Aman

Bekerja itu selalu diidentikkan dengan kompetisi. Siapa yang terbaik dia yang menang. Wajar ketika kolega kerja dianggap rival dan membuatnya tidak aman dalam posisi yang dipegang sekarang.

Siapa yang nyaman kerja tim?

Seperti yang ditulis sebelumnya, dunia kerja zanam sekarang hampir semuanya mengandalkan kerja tim. Kenapa? Ya karena tiap orang punya talent yang beda-beda. Perbedaan ini yang membuat mereka punya spesialisasi masing-masing.

Ada yang jago di hitung-hitungan, ada yang menang di skill teknik, terus bagus di sisi kreatif. Bayangkan kalau semua dijadikan satu, wah bakal dahsyat hasilnya. Mereka yang punya spesialisasi tertentu cocoknya kerja dalam tim untuk mencapai hasil maksimal.

Selain itu, pekerja dengan tipikal suka penolong juga pas diajak kerja secara tim. Harus diakui, si penolong memegang kunci peranan dalam kerja tim.

Satu lagi, orang yang enggak ambisius juga asyik kerja dalam tim. Dia tidak suka menonjolkan diri dan merasa semua prestasi kerja adalah hasil kerja bareng.

Sumber: https://blog.duitpintar.com/kerja-tim-sendiri-siapa-takut-simak-deh/

(Visited 43 times, 1 visits today)
Posts created 18

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top